Siapa Bilang Kalau PDKT Perlu Memakai Hati Dan Perasaan?


Seandainya jika hati dan perasaan kamu dapat dibeli dengan uang, maka berapa harga yang ingin kamu pasang?

1 miliar? 1 triliun? 1 juta miliar triliun? Tidak ternilai harganya? Tidak usah merasa malu, sebutkan saja harganya. Jangan melanjutkan untuk membaca pertanyaan saya sebelum kamu sebut satu bilangan saja.

Kalau sudah kamu simpan, maka simpan saja bilangan itu di dalam benak kamu lalu baca lagi artikel ini hingga selesai.

Kebanyakan orang yang kamu tanyakan seputar hal di atas tentu saja akan menyebut harga yang terbilang luar biasa mahal. Tentu saja ada yang bersikukuh untuk tidak mau menyebutkan harga karena menurutnya hati dan perasaan mereka tidak akan pernah ternilai dengan harta. Saya merasa percaya kamu akan begitu.

Karena harganya terasa begitu mahal, aneh sekali lho apabila kamu mengumbar hati dan perasaan kamu hanya kepada gebetan yang belum tentu ingin menjadi pacar kamu. Hati dan perasaan kamu yang sebegitu mahalnya, kok langsung menjadi berharga murah sekali dan tersedia untuk sang gebetan kamu itu?

Lalu apabila harganya kamu murahkan begitu saja, apakah dia menjadi ingin membelinya?

Bayangkan saja ilustrasi di bawah ini.

Andaikan jika kamu menginginkan smartphone iPhone keluaran terbaru yang tentu saja canggih. Harganya begitu mahal sehingga dengan gaji bulanan kamu sendiri saja bisa langsung habis apabila kamu masih ngotot untuk membelinya.

Di tengah rasa kekalutan kamu, tahu-tahu sudah datang orang asing yang bisa menawarkan iPhone dengan harga yang begitu murahnya. Sebagai orang yang sudah berbudaya ketimuran, kamu tentu saja mau diajak berbasa-basi untuk melihat iPhone yang murah itu dengan teliti dan yakin.

Dari segi bentuk fisiknya, maka iPhone murah tersebut terlihat sangat mirip sekali dengan iPhone mahal yang kamu inginkan dan impikan. Kamu ingin menyalakannya, tetapi orang asing itu malah menolak keras dengan alasan bahwa iphone ini adalah dagangan terakhir yang dia miliki.

Apakah kamu akan langsung tertarik untuk membelinya? Apakah kamu tidak akan merasa curiga mengapa harganya bisa sampai semurah itu? Dan jika si penjual terus saja ngotot untuk meminta kamu membeli iPhone miliknya, apakah kamu tetap tidak akan pergi?

Saya merasa yakin kamu akan mulai curiga, jangan-jangan itu adalah iphone palsu. Tampilannya mirip iPhone, akan tetapi jeroannya Android, ataupun sudah pernah rusak lalu dia permak sedemikian rupa sehingga mirip seperti iphone yang baru.

Ketika si penjual semakin memaksa kamu, maka kamu menjadi semakin percaya bahwa ada yang tidak beres dengan iPhonenya sehingga kamu memilih pergi saja. Mendingan kamu menabung untuk membeli iPhone di sebuah toko yang terpercaya ketimbang kamu membeli barang yang mencurigakan dari orang asing.

Hal yang sama akan dapat terjadi di dunia romansa ini kawanku.

Diri kamu sebenarnya berharga sangat mahal sekali, bahkan tidak ternilai harganya. Tetapi, begitu kamu menjatuhkan harganya dengan sebuah sikap yang murahan, gebetan menjadi curiga bahwa perhatian dan kebaikan yang kamu lakukan selama ini adalah palsu. Dia juga akan segera menduga bahwa kamu memiliki maksud tersembunyi dibaliknya.

Berikut ini ada dua tindakan yang tanpa kamu sadari akan menurunkan harga diri kamu secara drastis sampai tidak ada harganya yaitu:

Terburu-buru untuk mengungkapkan perasaan hati kamu.

Ini adalah penyakit yang sering sekali menjangkiti para pria, meskipun tidak menutup mata kalau para wanita juga akan melakukannya.

Kenapa kamu terburu-buru untuk mengungkapkan perasaan hati kamu? Karena kamu tidak merasa sabar dan merasa takut ada orang lain yang terlebih dahulu menembak gebetan kamu. Ujung-ujungnya kamu LANGSUNG mengungkapkan saja perasaan kamu di awal kencan dengannya. Atau yang jauh lebih parah lagi, kamu langsung menembak gebetan pada saat baru ketemuan.

Jika kamu mengikuti saya yang merupakan seorang pria berkelas, tentu saja kamu akan paham kenapa terburu-buru untuk mengungkapkan perasaan ataupun menembak adalah hal yang sangat terlarang. Tidak peduli apakah kamu sudah berhari-hari melakukan PDKT ataupun baru saja mendekati dirinya.

Ketika kamu menembak, maka kamu akan menyerahkan kehidupan romansa dan cinta kamu ke tangan gebetan. Secara tidak sadar dan tidak langsung, otoritas gebetan akan menjadi lebih tinggi daripada diri kamu. Dia adalah seorang penentu nasib kamu. Seketika itu juga harga perasaan dan hati kamu menjadi langsung anjlok tanpa ampun yang akhirnya bisa diambil secara gratis.

Semakin kamu terburu-buru untuk mengungkapkan perasaan hati kamu, maka akan semakin murah dan tidak berharga pula perasaan hati kamu. Sebaliknya pula, semakin kamu mampu untuk menahan diri dengan tidak mengatakannya, maka akan semakin tinggi pula harga perasaan hati kamu di matanya.

Percayalah kawan, gebetan akan jauh lebih peduli dengan perasaannya itu sendiri daripada perasaan hati kamu. Kalau memang kamu sungguh-sungguh menghargai perasaan hati kamu yang tidak ternilai harganya, maka jangan pernah sekali-sekali mengumbarnya ke gebetan kamu. Silahkan saja kamu ungkapkan semua perasaan hati kamu nanti sesudah dia mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu.

Akan tetapi bagaimana kalau memang dia tidak kunjung bisa mengungkapkan perasaannya? Ya sudah kalau begitu berarti dia tidak tertarik dengan diri kamu. Setidaknya kamu sudah melindungi harga diri dan perasaan hati kamu dengan tidak memberikan secara sembarangan kepada orang lain. Sesederhana itukah?.

Kamu menyogok sang wanita.

Tidak ada satu manusia pun yang tidak merasa senang diberikan hadiah ataupun ditraktir ini dan itu. Itulah sebabnya kamu sangat gemar membelikan gebetan berbagai jenis hadiah, mentraktirnya makan di tempat yang mahal, membayar tiket menonton, dan memberikannya hal ini dan itu untuk bisa menyenangkan perasaan hatinya.

Akan tetapi … eits, kamu melakukan itu semata-mata supaya dia merasa jatuh cinta kepada diri kamu.

Sebenarnya tidak akan menjadi masalah kalau memang kamu ingin membelikannya hadiah ataupun makan, tetapi harusnya tidak sebagai sebuah pancingan ataupun sogokan supaya dia bisa menyukai diri kamu.

Orang tidak dapat serta merta merasa jatuh cinta cuma karena sering dibelikan bermacam hadiah. Ada banyak sekali faktor yang dapat membuat seseorang merasa jatuh cinta seperti: faktor fisik, faktor pekerjaan, dan kepribadian yang sangat menarik. Membelikan hadiah itu sama sekali tidak masuk ke dalam faktor yang saya sebutkan itu. Gebetan memang merasa senang apabila diberikan hadiah, akan tetapi apa dia langsung merasa jatuh cinta kepada diri kamu? Apabila pada dasarnya dia memang tidak menyukai kamu, saya rasa tidak seperti itu.

Parahnya lagi adalah tidak menuntut kemungkinan jika kamu menuntut timbal balik dari gebetan sesudah membanjirinya dengan bermacam hadiah. Jika kamu sudah terlanjur menuntutnya, dapat dipastikan gebetan akan langsung pergi dari kehidupan kamu. Tinggal kamu yang menggigit jari dan bertanya-tanya kenapa cara tersebut tidak berhasil.

Catat ini kawan: dalam masa PDKT atau pendekatan dengan sang wanita, gebetan adalah pihak yang akan memutuskan apakah kamu layak dijadikan pasangan atau kamu hanya tipe murahan yang dapat seenaknya menyogok demi keinginan kepuasan hati kamu saja. Gebetan sudah pasti menyadari niat terselubung di balik kebaikan yang kamu lakukan kepadanya, hanya saja dia akan tetap menerima sogokan itu semata-mata untuk bisa menyenangkan perasaan hati kamu. Lagi pula, siapa juga sih yang tidak menyuukai diberikan hadiah?

Mulai dari sekarang buang saja jauh-jauh mindset untuk sogok menyogok. Apabila kamu memang ingin membelikannya hadiah atau mentraktir gebetan kamu, lakukan saja tanpa mengharapkan balasan apapun dari dirinya.

Sekarang kamu akan mengetahui sedikit tentang kesalahan yang sering sekali kamu lakukan pada saat PDKT. Tentu saja ada kesalahan lainnya, tetapi tidak mungkin dijabarkan di sini karena akan menjadi artikel yang super panjang dan bikin kamu pusing saja.

“Tetapi kalau PDKT tidak pakai hati dan perasaan itu tandanya tidak setia dong?” otak polos kamu pasti bertanya-tanya.

Hei kawan, kamu harus belajar membedakan PDKT dengan berpacaran dengan wanita. PDKT artinya kamu baru saja mendekati gebetan, sedangkan fase berpacaran artinya gebetan telah menjadi kekasih hati kamu. Untuk apa menggunakan hati dan perasaan untuk orang yang belum pasti menerima kamu sebagai pasangannya? Lain lagi ceritanya apabila kamu sudah berpacaran ataupun menikah dengannya. Menggunakan perasaan itu wajar saja karena kamu dan gebetan memang telah resmi menjadi pasangan hidup kamu.

Ingat kawan, ketika kamu semakin berusaha untuk mengobral hati dan perasaan kamu hanya untuk gebetan, dia menjadi semakin percaya bahwa ada yang tidak beres dengan diri kamu. Pada akhirnya dia pun segera pergi untuk meninggalkan diri kamu. Sama juga seperti kamu meninggalkan penjual smartphone iPhone yang mencurigakan tersebut.

Nah kawan, saya berharap dari artikel ini, maka kamu dapat mengambil pelajaran berharga dan tidak akan pernah lagi mengulangi kesalahan yang sama dengan sebelumnya. Jangan pernah kamu memberikan harga gratis untuk hati dan perasaan kamu hanya demi gebetan yang belum tentu ingin dengan diri kamu.

Yang paling penting: jangan menjadi pria murahan. karena justru itulah yang membuat dia pergi untuk meninggalkan hidup kamu.
Share on :
Siapa Bilang Kalau PDKT Perlu Memakai Hati Dan Perasaan?
Siapa Bilang Kalau PDKT Perlu Memakai Hati Dan Perasaan?
Reviewed by Hendro Edo Baskoro
Published :
Rating : 4.5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar