5 Mitos Anak Semata Wayang Yang Masih Saja Diyakini Hingga Saat Ini

5 Mitos Anak Tunggal Yang Masih Diyakini Hingga Saat Ini

Setiap keluarga pasti mempunyai jumlah anak yang berbeda. Sebuah ucapan banyak anak akan ada banyak rezeki dapat menjadi pedoman hidup para masyarakat sekarang ini untuk mempercayai sedikit banyaknya rezeki yang dipunyai olehnya. Tidak terkecuali jika kita sedang membahas seputar anak tunggal yang menjadi perbincangan kita saat ini yang menjadi mitos, kehadiran satu sosok anak tunggal bisa saja menimbulkan berbagai macam pemikiran, pandangan hingga mitos yang semakin berkembang di masyarakat pada zaman sekarang ini.

Untuk diri kamu yang sudah menjadi anak tunggal maupun mempunyai anak tunggal, maka berikut ini ada beberapa mitos anak tunggal yang sering sekali diyakini diri masyarakat umum hingga saat ini.

1. Manja

Anak tunggal memang sangat dikenal sekali dengan sifatnya yang begitu manja, karena dia sangat merasa dirinya yang wajib selalu disayang dan dituruti apapun kemauannya. Kehadiran dirinya sebagai anak semata wayang di dalam suatu keluarga bisa membuat dirinya selalu saja bergantung terhadap kedua orangtuanya.

2. Egois

Terbiasa untuk selalu dimanja dan dituruti apapun kemauannya oleh kedua orangtuanya, tentu bisa membuat seorang anak tunggal semakin dianggap tidak akan dapat berbagi dengan diri orang lain dan cuma merasa peduli dengan dirinya sendiri saja.

3. Keinginannya untuk selalu dipenuhi

Cuma mempunyai seorang anak tentu saja membuat para orangtua akan selalu memenuhi semua keinginan dan kebutuhan dirinya supaya selalu tercukupi semua kebutuhannya. Tetapi, bisa saja dia malah menjadi merasa marah ketika semua keinginannya menjadi tidak terpenuhi yang bisa saja bermacam sikapnya ini akan dibawa hingga dewasa nanti.

4. Kompetitif

Pola asuh kedua orangtua yang sering sekali menganggapnya sebagai satu-satunya yang sangat berharga, bisa saja membuat anak tunggal merasa nyaman dengan pandangan semacam itu, dan selalu saja berusaha untuk menjadi nomor satu di dalam lingkungan sekitarnya.

5. Rasa kesepian

Selalu pergi ke mana-mana sendirian karena tidak adanya seorang kakak ataupun adik yang selalu menemani bisa membuat dirinya merasa selalu kesepian. Apalagi jika kedua orangtuanya wajib pergi untuk bekerja. Tentu saja anak tunggal yang juga suka mencari segala macam perhatian dari diri orang lain.

Setiap anak yang merupakan suatu anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa, tentu saja semua orang wajib bisa menyikapi berbagai mitos tersebut dengan cara yang bijak. Menjadi seorang anak tunggal bukan berarti tidak dapat hidup secara mandiri, selama adanya pola asuh yang terasa baik beserta lingkungan di area sekitarnya. Bukan semata-mata dapat dilihat dari jumlah anaknya saja, rezeki yang dimiliki memang telah diatur oleh Tuhan semesta alam.

Seorang anak yang berada sendiri dan tidak mempunyai kakak-beradik akan membuat sang anak menjadi egois, ingin selalu dipenuhi semua kemauannya dan segala macam hal aneh yang membuat kedua orang tuanya menjadi kesal karena tingkahnya. Kelakuan dari sang anak tunggal memang begitu menyebalkan, tapi bagi kedua orang tuanya maka tentu saja biarpun sang anak menjadi seperti itu, namun kedua orang tuanya tetap peduli dengan dirinya.

Memang tidak semuanya seorang anak yang hidup sendirian dari kedua orang tuanya dan tidak memiliki saudara kandung itu mempunyai sifat yang egois, tidak mandiri, selalu bergantung kepada kedua orang tuanya dan sifat negatif lainnya. Ada juga lho anak tunggal yang memiliki sifat yang positif dan bisa membuat kedua orang tuanya menjadi bangga dengan anak yang dimilikinya ini.
Share on :
5 Mitos Anak Semata Wayang Yang Masih Saja Diyakini Hingga Saat Ini
5 Mitos Anak Semata Wayang Yang Masih Saja Diyakini Hingga Saat Ini
Reviewed by Hendro Edo Baskoro
Published :
Rating : 4.5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar