5 Cara Untuk Membantu Pasangan Kamu Bisa Sembuh Dari Depresi


Hidup bersama seorang pasangan yang mengalami penyakit depresi memang tidaklah mudah. Sakit depresi bisa membuat pasangan kamu tampak jauh dari kamu, sehingga bisa saja menimbulkan suatu ketegangan pada hubungan kamu dengannya.

Kamu mungkin saja merasa kesepian dan merasa terbebani oleh berbagai tumpukan pekerjaan rumah tangga karena dirinya terlalu terlihat lesu untuk dapat menyelesaikannya, merasa marah atau kesal karena pasangan kamu tidak pernah merasa berbaikan, maupun justru selalu menyalahkan diri sendiri atas hadirnya penyakit depresi tersebut sebagai pihak ketiga di dalam hubungan kamu dengannya.

Pasangan yang mempunyai penyakit depresi bukan berarti hubungan kamu berdua adalah akar dari masalahnya. Jika memang depresi sudah menjadi duri di dalam hubungan kamu, maka inilah waktunya kamu untuk bertindak lebih tepat, demi pasangan kamu dan diri kamu sendiri menjadi lebih baik.

Bagaimana cara terbaik untuk membantu pasangan yang mengalami penyakit depresi?

Sering sekali pasangan yang terlihat sehat akan menjadi tokoh utama dalam langkah penyelamatan saat ini, karena memang penyakit depresi ini sendiri mencegah pengidapnya untuk dapat mengakui bahwa dirinya sedang sakit maupun menolak untuk mencari pertolongan.

Mereka mungkin saja merasa terlalu putus asa maupun membebani diri orang lain, maupun mungkin saja berpikir bahwa mereka bisa mengobati dirinya sendiri. Langkah-langkah ini dapat membantu kamu untuk mendukung pasangan untuk dapat mengobati dan mengatasi depresi yang dialaminya.

1. Hati-hati terhadap perubahan dari tingkah lakunya, sekecil apapun itu

Penyakit depresi bisa terjadi secara perlahan, hampir tidak terlihat. Gejala penyakit depresi juga dapat terlihat begitu berbeda dari para pria dan para wanita. Jadi mungkin saja diperlukan beberapa waktu untuk bisa melihat perubahan polanya maupun siap menerima sakit depresi sebagai kemungkinan dari faktor penyebabnya.

Tetapi kamulah yang dapat mengenal dengan benar pasangan kamu luar dan dalam. Jika kamu memperhatikan bahwa tingkah lakunya, gejolak emosinya, maupun pola pikir pasangan kamu tidak seperti hari biasanya, tanyakan saja kepada diri kamu apakah ini dapat menjadi gejala dari penyakit depresi, tetapi jangan pernah berhenti di area situ saja.

Penyakit depresi mungkin saja menjadi alasan kenapa pasangan kamu bisa bekerja lembur hingga berjam-jam, mulai dari minum alkohol atau minum lebih banyak, maupun terjerumus dalam lingkaran narkoba yang berbahaya.

2. Jangan menunggu hingga pasangan kamu benar-benar jatuh atau down

Membiarkan diri seseorang yang mengalami depresi lalu tenggelam ke dalam kegelapan sebelum menawarkan bantuan merupakan kesalahan fatal. Penyakit depresi yang berat akan semakin begitu sulit untuk bisa ditangani, lebih mudah untuk kambuh kembali, dan akan semakin menebar bermacam duri yang tajam ke dalam hubungan kamu berdua ke depannya.

Menunggu juga bisa meningkatkan kemungkinan bahwa hubungan kamu tidak akan bertahan lama. Adanya penyakit depresi dalam suatu hubungan dari pasangan tentu saja bisa meningkatkan risiko perpisahan sampai sekitar 9x.

Selain itu pula kawanku, semakin lama waktu dari pasangan yang sehat hidupnya dengan pasangan yang mengalami depresi, semakin tinggi pula risiko kamu untuk bisa mengalami depresi yang sama dengannya. Pasangan yang mengalami depresi dapat tenggelam untuk jatuh ke lubang kegelapan lebih dalam lagi, sehingga semakin terasa sulit untuk membantunya mengatasi depresi.

Depresi yang semakin parah dan tidak bisa ditangani akan semakin memperbesar risikonya untuk selalu kecanduan minuman alkohol, penyalahgunaan terhadap obat terlarang, tindak kekerasan, sampai mengakhiri hidup sendiri. Sekitar 60% orang yang mencoba untuk mengakhiri hidupnya sendiri ternyata mengalami depresi yang berat — dan pria yang mengalami depresi sampai empat kali, akan lebih berisiko untuk merasa bunuh diri daripada para wanita.

3. Tunjukkan rasa cinta dan kasih sayang dengannya tanpa perlu pamrih

Cinta mempunyai kekuatan untuk bisa menyembuhkan segalanya yang tentu saja depresi. Apabila pasangan kamu lagi mengalami bad day atau hari buruk, beri tahu saja mereka bahwa kamu merasa peduli dengan menunjukkan lebih banyak lagi rasa cinta.

Mungkin akan terasa sulit sekali untuk bisa melakukan hal semacam ini pada saat mereka sedang kambuh depresinya dan melampiaskan negativitasnya kepada diri kamu, tetapi justru di waktu inilah mereka akan sangat membutuhkan rasa cinta.

Tidak perlu untuk membombardirnya dengan bermacam hadiah mahal maupun kata-kata yang gombal, tunjukkan saja rasa kepedulian dan rasa kasih sayang kamu dengan gesture sederhana yang memang benar-benar berbicara kepada diri mereka.

Maksudnya seperti ini: Jika mereka jauh lebih menghargai kata-kata yang dipenuhi dengan rasa kasih sayang daripada sentuhan fisik, maka pergunakanlah kata-kata — seperti i love you. “Sudah melakukan apa saja hari ini?”; “Ingin aku main ke rumah kamu?” dst. Tunjukkan saja kepadanya apa arti dari rasa cinta sejati tanpa syarat. Karena kalaupun diri mereka tidak membalas rasa cinta kamu pada saat itu juga, mereka dapat merasakannya juga.

4. Ajak dirinya pergi ke dokter atau rumah sakit

Berurusan dengan pasangan yang mengalami penyakit depresi dan dalam penyangkalan memang tidak akan terasa mudah. Tetapi, dengan tidak mengatasi masalah semacam ini, maka pasangan kamu akan terus merasa sakit atau malah bisa semakin memburuk, atau bahkan bisa saja dirinya malah bunuh diri, sehingga kamu sendiri pun merasakan dampak imbasnya juga. Sakit depresi tidak dapat disembuhkan tanpa perawatan secara intensif.

Supaya kamu bisa memulai proses penyembuhan penyakit tersebut sampai seoptimal mungkin, kamu dekati saja pasangan kamu dengan perhatian dan rencana yang matang. Jangan pernah sembarangan mendiagnosisnya dengan cara berujar “Kamu sakit depresi ya?” maupun memaksa dirinya seperti “Pergi ke dokter sana!”. Yang ada nantinya, mereka akan semakin menyangkal kondisinya dan lebih merasa sakit hati lagi.

Jika dia tidak ingin konsultasi ke dokter sendirian, kamu bisa menghubungi dokter terlebih dahulu dan jelaskan saja bahwa pasangan kamu mengalami penyakit depresi. Jelaskan saja kepadanya apa saja gejalanya. Kemudian, buatkan juga janji untuknya dan kamu temani dirinya pada saat konsultasi dengan dokter.

Jika dirinya menolak, maka mintalah dia untuk segera melakukannya demi kamu dan anak-anak, untuk bisa membuat kamu merasa lebih baik. Jika cara seperti ini masih ditolak secara mentah-mentah, pergi saja ke dokter pada saat dia merasa sakit, dan selipkan saja pembicaraan ini pada saat konsultasi di dalam ruang dokter.

5. Jangan terlalu mudah tersinggung ketika penyakit depresinya sedang kambuh

Salah satu dari gejala utama penyakit depresi adalah cara pandang yang selalu negatif. Semuanya akan terasa lebih buruk daripada yang seharusnya terjadi, dan pada hari-hari tertentu akan merasa begitu sulit untuk dirinya bahkan untuk sekedar bangkit dari tempat tidur di waktu pagi hari.

Kelesuan ini dapat “menular” ke dalam hal-hal lainnya di dalam hubungan kamu seperti sedang berkencan, berhubungan seksual, maupun bahkan mengobrol santai. Jika pasangan kamu terlihat merasa telah kehilangan suatu minat pada hubungan kamu, memang ini bisa terasa menyakitkan hati.

Ingat juga bahwa musuh kamu sebenarnya adalah penyakit depresinya, bukan pasangan kamu. Tetapi juga jangan pernah mengabaikan diri mereka. Jika memang pasangan kamu merasa sakit atau sedang terluka, kamu tidak akan pernah membenci mereka karena hal semacam itu.

kamu akan membantu diri mereka untuk mendapatkan perawatan yang tepat, bukan? Nah kawanku, penyakit depresi meamng tidak ada bedanya dengan penyakit fisik yang lainnya.

Hubungan suportif dan penuh rasa cinta akan sangat bermanfaat bagi diri seseorang yang menderita penyakit depresi. Itu juga termasuk memahami diri pasangan kamu, tetapi itu juga berarti akan mengambil bermacam langkah praktis untuk bisa menangani semua masalahnya.

Bergeraklah untuk dapat membantu pasangan kamu yang sedang depresi untuk menjadi lebih baik, entah itu berjalan kaki bersama untuk berangkat bekerja ke kantor, mengantarkan dan juga menemaninya ke acara janji bertemu dokter, atau memastikan dia selalu teratur minum obat untuk mengobati penyakitnya itu.

Memang tidak mudah bagi diri seseorang untuk bisa sembuh dari penyakit depresi, tapi jangan pernah putus asa untuk bisa sembuh dari penyakit depresi tersebut. Rajin beribadah dan berdoa kepada yang maha kuasa, ternyata bisa membuat penyakit depresi dapat sembuh dengan cepat dan carilah teman yang cocok bagi diri kamu.
Share on :
5 Cara Untuk Membantu Pasangan Kamu Bisa Sembuh Dari Depresi
5 Cara Untuk Membantu Pasangan Kamu Bisa Sembuh Dari Depresi
Reviewed by Hendro Edo Baskoro
Published :
Rating : 4.5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar